Khairil Hadi
Ilmu itu indah
Jumat, 27 September 2013
penyakit kencing nanah (gonorhea)
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.
Dalam perkembangan zaman sekarang orang tidak penah memperhatikan hal-hal yang sepele, terutama masalah kesehatan. Setiap orang hanya sibuk pada hal masing-masing, sehingga tidak memperhatikan kesehatan terutama para pasangan yang mau menikah. Setiap manusia di dunia pasti ingin menikah, Pernikahan memang bukan soal sepele. Banyak yang harus disiapkan, termasuk mencegah kemungkinan tertular penyakit yang diidap suami. Kencing nanah misalnya.
Banyak masyarakat tidak mengetahui apa itu kencing nanah atau gonorhea. Sehingga sangat fatal bagi pasangan yang mau menikah. Oleh karena itu penulis mau membahas tentang kencing nanah atau gonorhea.
B. Rumusan Masalah
Permasalahan yang muncul dari latar belakang diatas adalah
1. apa pengertian kencing nanah atau gonorrhea?
2. apa gejala-gejala penyakit kencing nanah atau gonorrhea?
3. bagaimana mencegah dan mengobati penyakit kencing nanah atau gonorrhea?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian kencing nanah atau gonorrhea.
2. Untuk mengetahui gejala-ejala penyakit kencing nanah atau gonorrhea.
3. Untuk mengetahui pencegahan dan pengobatan penyakit kencing nanah atau gonorrhea.
4. Untuk menyelesaikan salah satu tugas mata kuliah Kesehatan Reproduksi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Kencing Nanah (Gonorhea)
Penyakit ini mempunyai insidens yang tinggi dibanding penyakit menular seksual lainnya. Nama awam penyakit kelamin ini adalah “kencing nanah”. Selama beberapa abad, bermacam nama telah digunakan untuk mendeskripsikan infeksi yang disebabkan oleh N. gonorrhoeae ini, diantaranya; ‘strangury’ yang digunakan oleh Hipocrates, penamaan gonore sendiri diberikan oleh Galen (130 SM) untuk menggambarkan eksudat uretra yang sifatnya seperti aliran air mata (flow of seed) dan M. Neisser, dikenalkan oleh Albert Neisser, yang menemukan mikroorganisme tersebut pada tahun 1879 dari pewarnaan apusan yang diambil dari vagina, uretra dan eksudat konjungtiva. Kultur dari bakteri N. gonorrhoeae dilaporkan pertama kali oleh Leistikow dan Loffler pada tahun 1882 dan dikembangkan pada tahun 1964 oleh Thayer dan Martin yang menemukan tempat biakan selektif pada media agar khusus. Media Thayer-Martin merupakan media yang selektif untuk mengisolasi gonokok. Mengandung vankomisin untuk menekan pertumbuhan kuman positif-Gram, kolimestat untuk menekan pertumbuhan bakteri negatif-Gram dan nistatin untuk menekan pertumbuhan jamur. N. gonorrhoeae tidak mengenal ras, sosial ekonomi atau kondisi geografis. Laki-laki, wanita baik dewasa maupun anak-anak dapat tertular penyakit ini. Penyebaran infeksi ini secara global didukung oleh kebiasaan manusia berpindah tempat yang turut meningkatkan faktor resisten.
Infeksi ini ditularkan melalui hubungan seksual, dapat juga ditularkan kepada janin pada saat proses kelahiran berlangsung. Walaupun semua golongan rentan terinfeksi penyakit ini, tetapi insidens tertingginya berkisar pada usia 15-35 tahun. Di antara populasi wanita pada tahun 2000, insidens tertinggi terjadi pada usia 15 -19 tahun (715,6 per 100.000) sebaliknya pada laki-laki insidens rata-rata tertinggi terjadi pada usia 20-24 tahun (589,7 per 100.000). Epidemiologi N. gonorrhoeae berbeda pada tiap – tiap negara berkembang. Di Swedia, insiden gonore dilaporkan sebanyak 487/100.000 orang yang menderita pada tahun 1970. Pada tahun 1987 dilaporkan sebanyak 31/100.000 orang yang menderita, pada tahun 1994 dilaporkan penderita gonore semakin berkurang yaitu hanya sekitar 31/100.000 orang yang menderita. Di Amerika Serikat, insiden dari kasus gonore mengalami penurunan. Di dunia diperkirakan terdapat 200 juta kasus baru setiap tahunnya.
Gonore adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum dan tenggorokan atau bagian putih mata (konjungtiva) dan bagian tubuh yang lain.
Gonore disebabkan oleh gonokok yang dimasukkan ke dalam kelompok Neisseria, sebagai Neisseria Gonorrhoeae. Gonokok termasuk golongan diplokok berbentuk biji kopi dengan lebar 0,8 u, panjang 1,6 u, dan bersifat tahan asam. Kuman ini juga bersifat negatif-Gram, tampak di luar dan di dalam leukosit, tidak tahan lama di udara bebas, cepat mati pada keadaan kering, tidak tahan suhu di atas 39 derajat C, dan tidak tahan zat desinfektan. Daerah yang paling mudah terinfeksi adalah dengan mukosa epitel kuboid atau lapis gepeng yang belum berkembang (imatur), yakni pada vagina wanita sebelum pubertas.
B. Gejala Penyakit Kencing Nanah atau Gonorrhea
Gejala pada penderita pria biasanya timbul dalam waktu 2-7 hari setelah terinfeksi. Mulanya penderita tidak enak pada uretra, yang beberapa jam kemudian diikuti oleh nyeri ketika berkemih dan keluarnya nanah dari penis. Penderita sering berkemih dan merasakan desakan untuk berkemih, yang semakin memburuk ketika penyakit ini menyebar ke uretra bagian atas. Lubang penis tampak merah dan membengkak
Pada penderita wanita, gejala awal bisa timbul dalam waktu 7-21 hari setelah terinfeksi. Penderita wanita seringkali tidak menunjukkan gejala selama beberapa minggu atau bulan, dan diketahui menderita penyakit ini hanya setelah mitra seksualnya tertular. Jika timbul gejala, biasanya bersifat ringan. Tetapi beberapa penderita menunjukkan gejala yang berat, seperti desakan untuk berkemih, nyeri ketika berkemih, keluarnya cairan dari vagina dan demam.
Infeksi bisa menyerang leher rahim, rahim, saluran telur, indung telur, uretra dan rektum; menyebabkan nyeri pinggul yang dalam atau nyeri ketika melakukan hubungan seksual. Nanah yang keluar bisa berasal dari leher rahim, uretra atau kelenjar di sekitar lubang vagina.
Wanita dan pria homoseksual yang melakukan hubungan seksual melalui anus (lubang dubur) bisa menderita gonore pada rektumnya. Penderita merasakan tidak nyaman di sekitar anusnya dan dari rektumnya keluar cairan. Daerah di sekitar anus tampak merah dan kasar, tinjanya terbungkus oleh lendir dan nanah. Pada pemeriksaan dengan anaskop akan tampak lendir dan cairan di dinding rektum penderita.
Melakukan hubungan seksual melalui mulut (oral sex) dengan seorang penderita gonore bisa menyebabkn gonore pada tenggorokan (faringitis gonokokal). Biasanya infeksi ini tidak menimbulkan gejala, tetapi kadang menyebabkan nyeri tenggorokan dan gangguan menelan.
Jika cairan yang terinfeksi mengenai mata maka bisa terjadi infeksi mata luar (konjungtivitis gonore). Bayi baru lahir bisa terinfeksi oleh gonore dari ibunya selama proses persalinan, sehingga terjadi pembengkakan pada kedua kelopak matanya dan dari matanya keluar nanah. Pada dewasa, bisa terjadi gejala yang sama, tetapi seringkali hanya 1 mata yang terkena. Jika infeksi ini tidak diobati bisa terjadi kebutaan.
Infeksi kadang menyebar melalui aliran darah ke 1 atau beberapa sendi, sendi menjadi bengkak dan sangat nyeri, sehingga pergerakannya menjadi terbatas. Infeksi melalui aliran darah juga bisa menyebabkan timbulnya bintik-bintik merah berisi nanah di kulit, demam, rasa tidak enak badan atau nyeri di beberapa sendi yang berpindah dari satu sendi ke sendi lainnya (sindroma artritis-dermatitis).
C. Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Kencing Nanah (Gonorrhea).
1. Pencegahan
a. Tidak melakukan hubungan seksual baik vaginal, anal dan oral dengan orang yang terinfeksi.
b. Pemakaian Kondom dapat mengurangi tetapi tidak dapat menghilangkan sama sekali risiko penularan penyakit ini
c. Hindari hubungan seksual sampai pengobatan antibiotik selesai.
d. Sarankan juga pasangan seksual kita untuk diperiksa guna mencegah infeksi lebih jauh dan mencegah penularan
e. Wanita tuna susila agar selalu memeriksakan dirinya secara teratur, sehingga jika terkena infeksi dapat segera diobati dengan bena
f. Pengendalian penyakit menular seksual ini adalah dengan meningkatkan keamanan kontak seks dengan menggunakan upaya pencegahan
2. Pengobatan
Ø Penyakit gonore didasarkan pada hasil pemeriksaan mikroskopik terhadap nanah untuk menemukan bakteri penyebab gonore. Jika pada pemeriksaan mikroskopik tidak ditemukan bakteri, maka dilakukan pembiakan di laboratorium.
Ø Gonore biasanya diobati dengan suntikan tunggal seftriakson intramuskuler (melalui otot) atau dengan pemberian antibiotik per-oral (melalui mulut) selama 1 minggu (biasanya diberikan doksisiklin).
Ø Jika gonore telah menyebar melalui aliran darah, biasanya penderita dirawat di rumah sakit dan mendapatkan antibiotik intravena (melalui pembuluh darah, infus).
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kencing nanah atau gonorhea adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum, tenggorokan, dan bagian putih mata (konjungtiva). Gonore bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendian. Pada wanita, gonore bisa menjalar ke saluran kelamin dan menginfeksi selaput di dalam pinggul sehingga timbul nyeri pinggul dan gangguan
Gejala pertama GO umumnya timbul setelah 2 – 10 hari setelah terpapar oleh bakteri GO. Tetapi pada beberapa kasus, infeksi telah terjadi berbulan-bulan baru timbul gejala. Pada pria, gejala pertama dapat berupa rasa tidak nyaman pada uretra, yaitu saluran yang mengalirkan air kencing dari kandung kencing ke luar tubuh. Setelah itu timbul rasa nyeri dan keluar nanah. Jika infeksi bertambah parah, nyeri akan bertambah hebat dan nanah semakin banyak. Pada wanita, gejala biasanya bersifat ringan dan seringkali seorang wanita tidak menyadari bahwa ia telah terinfeksi GO. Infeksi biasanya mengenai mulut rahim, juga uretra. Jika bergejala, GO dapat menyebabkan rasa nyeri saat kencing, kencing lebih sering dan tidak bisa ditahan, juga keluar nanah dari vagina dan uretra.
Langkah pencegahan tertular kencing nanah antara lain:
o Menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual.
o Menghindari hubungan seksual dengan pasangan risiko tinggi.
o Mengobati pasangan dari penderita yang positif terinfeksi kencing nanah, atau minimal memeriksa pasangan tersebut apakah telah terinfeksi.
Gonore biasanya diobati dengan suntikan tunggal seftriakson intramuskuler (melalui otot) atau dengan pemberian antibiotik per-oral (melalui mulut) selama satu minggu (biasanya diberikan doksisiklin). Jika gonore telah menyebar melalui aliran darah, biasanya penderita dirawat di rumah sakit dan mendapatkan antibiotik intravena (melalui pembuluh darah atau infus).
B. Saran
Penulis menyadari bahwa hasil makalah ini yang membahas tentang penyakit kencing nanah (Gonorhea) belum lengkap dan masih jauh dari pengharapan, Hal ini disebabkan karena keterbatasan ilmu dan literatur yang penulis miliki pada saat ini. Penulis sangat mengharapkan kritikan terutama dari pembaca dan teman-teman. Adanya kritikan yang membangun yang bisa melengkapi makalah ini di masa mendatang. Hanya kepada Allah Swt. Semua ini diserahkan, semoga selalu diberikan petunjuk dan ridha-Nya setiap saat kepada kita semua. Amin Yarabbal Alamin.
DAFTAR PUSTAKA
Bagian obstetri dan ginekologi FK UNPAD. Ginekologi. Elstar Offset. Bandung;1997.
Dalil SF, Maksa WIB, Zubier F, Judanarso J, editor. Infeksi menular seksual. Fakultas kedokteran UI;Jakarta;2005.
Malik SR, Amin S, Anwar AI. Gonore. In: Amiruddin MD, editor. Penyakit Menular Seksual. Makassar: Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin; 2004.
Manuaba, IGB. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. EGC. Jakarta;1998.
http://www.cdc.gov/std/stats07/gonorrhea.htm
Rumusan Distingsi dan Silimirati Filsafat, Filsafat Ilmu Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan, Pengetahuan, Biologi dan Pendidikan Biologi, dan Agama
Rumusan Distingsi dan Silimirati Filsafat, Filsafat Ilmu Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan, Pengetahuan, Biologi dan Pendidikan Biologi, dan Agama
A. Pengertian Filsafat, Filsafat Ilmu Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan, Pengetahuan, Biologi dan Pendidikan Biologi, dan Agama.
1. Filsafat
Filsafat berasal dari bahasa yunani yaitu Philosophia, yang terdiri dari kata Philia/Phillein yang artinya Cinta, senang dan Sophia berarti Kebijaksanaan, Jadi philosophia dapat diartikan mencintai kebijaksanaan. Orang yang mencintai kebijaksanaan disebut Philosophos atau filsuf yang senantiasa mencari kebijaksanaan. Kebijaksanaan dapat dimiliki dengan cara berbuat bijaksana, bersifat benar, baik dan adil, dan perenungan akal pikiran dengan mempertimbangkan perasaan yang dalam.
Secara umum, filsafat berarti upaya manusia untuk memahami segala sesuatu secara sistematis, radikal, dan kritis. Berarti filsafat merupakan sebuah proses atau suatu aktivitas analisis konseptual dengan cara berpikir tentang pikiran lewat refleksi dan filsafat bukanlah sebuah produk. Maka proses yang dilakukan adalah berpikir kritis yaitu usaha secara aktif, sistematis, dan mengikuti prinsip-prinsip logika untuk mengerti dan mengevaluasi suatu informasi dengan tujuan menentukan apakah informasi itu diterima atau ditolak. Berfilsafat berarti melakukan suatu aktivitas penalaran (reasoning) dengan menghindari jawaban relegius dan misti, akan tetapi menggunakan semata-mata akal sehat serta penalaran rasional.
2. Filsafat Ilmu Pengetahuan
Filsafat ilmu pengetahuan adalah Sebuah upaya untuk memahami makna, metode, struktur logis dari ilmu pengetahuan, terutama dengan analisis kriteria, konsep-konsep dan teori-teori yang ada di dalam ilmu pengetahuan. Berarti filsafat ilmu pengetahuan merupakan Proses mencari tahu ilmu pengetahuan melalui berfilsafat. Dalam hal ini filsafat ilmu pengetahuan diperoleh dengan cara mencari tahu kebenaran yang di padu antara pemikiran logika dengan penyeledikan (eksperimen). Filsuf pengetahuan bersifat analitis dan refelektif bukan empiris dan eksperimental.
3. Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan adalah serangkaian pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan penyelidikan, pengalaman (empiris) dan percobaan (eksperimen) yang didukung oleh bukti nyata serta dapat dipertanggung jawabkan secara rasional. Berarti ilmu pengetahuan membatasi diri hanya kepada kejadian yang bersifat empiris. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan merupakan Pengetahuan yang telah dibuktikan dan telah dapat dipertanggungjawabkan kredibilitasnya dan Pengetahuan yang telah diafirmasi oleh bukti bukti nyata dan dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.
Kriteria ilmu pengetahuan yaitu :
Ø Dapat diuji secara intersubyektif
Ø Dapat dipercaya (pernyataan & teorinya)
Ø Tidak bersifat ambigu tetapi jelas dan tepat
Ø Koheren dan Sistematik
Ø Cakupan terbatas dan kompherensif (memiliki daya penjelas yang kuat dan penjelasannya lengkap)
4. Pengetahuan (Knowledge)
Pengetahuan dimulai dari rasa ingin tahu yang besar Pengetahuan adalah persepsi subyek (manusia) atas berbagai obyek (riil dan gaib) atau fakta tanpa penyelidikan lebih lanjut. Pengetahuan hanya terbatas pada apa yang diketahui saja dan pengetahuan perlu dipertanyakan kembali kebenarannya.
5. Biologi dan Pendidikan Bilogi
Biologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “bios” yang artinya hidup dan “logos” yang artinya ilmu. Jadi, biologi adalah ilmu yang mempelajari sesuatu yang hidup (makhluk hidup) beserta masalah-masalah yang menyangkut kehidupan. Seseorang yang ingin tahu tentang biologi danharuslah mempelajari ilmu biologi. Melalui pendidikan, seseorang bisa lebih terarah
pendidikan biologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bagaimana hubungan pendidikan dengan biologi, bagaimana cara mempelajari dan mengajarkan biologi dengan baik dan benar, baik pada instusi pendidikan formal maupun non formal.
6. Agama
Istilah agama, memiliki pengertian yang sama dengan istilah ‘’religion’’ dalam bahasa Iggris Bozman (Anshar, 1979) mengemukakan bahwa agama dalam arti luas merupakan penerimaan terhadap peraturan dari suatu kekuatan yang lebih tinggi, dengan jalan melakukan hubungan yang harmonis dengan realitas yang lebih agung dari dirinya sendiri, yang memerintahkannya untuk mengadakan kebaktian, pengabdian, dan pelayanan setia.
Filsafa juga merupakan wahyu Tuhan (Allah), dimana ruang lingkup pengkajiannya adalah hal-hal yang berada di luar jangkauan pengalaman manusia. Keyakinan ini membawa manusia untuk mencari kedekatan diri kepada Tuhan dengan cara menghambakan diri , yaitu :
a. Menerima segala kepastian yang menimpa diri dan sekitarnya dan yakin berasal dari Tuhan (Allah)
b. Menaati segenap ketetapan, aturan, hukum dan lain sebagainya yang diyakini berasal dari Tuhan (Allah)
B. Hubungan Filsafat dengan Filsafat Ilmu Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan, Pengetahuan, Biologi dan Pendidikan Biologi, dan Agama
1. Persamaan
Persamaan antara filsafat dengan filsafat ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan, biologi dan pendidikan biologi, dan agama yaitu sama-sama mencari kebenaran walaupun cara mencari kebenarannya berbeda baik dari segi filsafat dengan filsafat ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan, biologi dan pendidikan biologi serta agama, namun keseluruhannya mengacu pada satu tujuan yang sama.
Rumusan Distingsi dan Silimirati Filsafat, Filsafat Ilmu Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan, Pengetahuan, Biologi dan Pendidikan Biologi, dan Agama
A. Pengertian Filsafat, Filsafat Ilmu Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan, Pengetahuan, Biologi dan Pendidikan Biologi, dan Agama.
1. Filsafat
Filsafat berasal dari bahasa yunani yaitu Philosophia, yang terdiri dari kata Philia/Phillein yang artinya Cinta, senang dan Sophia berarti Kebijaksanaan, Jadi philosophia dapat diartikan mencintai kebijaksanaan. Orang yang mencintai kebijaksanaan disebut Philosophos atau filsuf yang senantiasa mencari kebijaksanaan. Kebijaksanaan dapat dimiliki dengan cara berbuat bijaksana, bersifat benar, baik dan adil, dan perenungan akal pikiran dengan mempertimbangkan perasaan yang dalam.
Secara umum, filsafat berarti upaya manusia untuk memahami segala sesuatu secara sistematis, radikal, dan kritis. Berarti filsafat merupakan sebuah proses atau suatu aktivitas analisis konseptual dengan cara berpikir tentang pikiran lewat refleksi dan filsafat bukanlah sebuah produk. Maka proses yang dilakukan adalah berpikir kritis yaitu usaha secara aktif, sistematis, dan mengikuti prinsip-prinsip logika untuk mengerti dan mengevaluasi suatu informasi dengan tujuan menentukan apakah informasi itu diterima atau ditolak. Berfilsafat berarti melakukan suatu aktivitas penalaran (reasoning) dengan menghindari jawaban relegius dan misti, akan tetapi menggunakan semata-mata akal sehat serta penalaran rasional.
2. Filsafat Ilmu Pengetahuan
Filsafat ilmu pengetahuan adalah Sebuah upaya untuk memahami makna, metode, struktur logis dari ilmu pengetahuan, terutama dengan analisis kriteria, konsep-konsep dan teori-teori yang ada di dalam ilmu pengetahuan. Berarti filsafat ilmu pengetahuan merupakan Proses mencari tahu ilmu pengetahuan melalui berfilsafat. Dalam hal ini filsafat ilmu pengetahuan diperoleh dengan cara mencari tahu kebenaran yang di padu antara pemikiran logika dengan penyeledikan (eksperimen). Filsuf pengetahuan bersifat analitis dan refelektif bukan empiris dan eksperimental.
3. Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan adalah serangkaian pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan penyelidikan, pengalaman (empiris) dan percobaan (eksperimen) yang didukung oleh bukti nyata serta dapat dipertanggung jawabkan secara rasional. Berarti ilmu pengetahuan membatasi diri hanya kepada kejadian yang bersifat empiris. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan merupakan Pengetahuan yang telah dibuktikan dan telah dapat dipertanggungjawabkan kredibilitasnya dan Pengetahuan yang telah diafirmasi oleh bukti bukti nyata dan dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.
Kriteria ilmu pengetahuan yaitu :
Ø Dapat diuji secara intersubyektif
Ø Dapat dipercaya (pernyataan & teorinya)
Ø Tidak bersifat ambigu tetapi jelas dan tepat
Ø Koheren dan Sistematik
Ø Cakupan terbatas dan kompherensif (memiliki daya penjelas yang kuat dan penjelasannya lengkap)
4. Pengetahuan (Knowledge)
Pengetahuan dimulai dari rasa ingin tahu yang besar Pengetahuan adalah persepsi subyek (manusia) atas berbagai obyek (riil dan gaib) atau fakta tanpa penyelidikan lebih lanjut. Pengetahuan hanya terbatas pada apa yang diketahui saja dan pengetahuan perlu dipertanyakan kembali kebenarannya.
5. Biologi dan Pendidikan Bilogi
Biologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “bios” yang artinya hidup dan “logos” yang artinya ilmu. Jadi, biologi adalah ilmu yang mempelajari sesuatu yang hidup (makhluk hidup) beserta masalah-masalah yang menyangkut kehidupan. Seseorang yang ingin tahu tentang biologi danharuslah mempelajari ilmu biologi. Melalui pendidikan, seseorang bisa lebih terarah
pendidikan biologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bagaimana hubungan pendidikan dengan biologi, bagaimana cara mempelajari dan mengajarkan biologi dengan baik dan benar, baik pada instusi pendidikan formal maupun non formal.
6. Agama
Istilah agama, memiliki pengertian yang sama dengan istilah ‘’religion’’ dalam bahasa Iggris Bozman (Anshar, 1979) mengemukakan bahwa agama dalam arti luas merupakan penerimaan terhadap peraturan dari suatu kekuatan yang lebih tinggi, dengan jalan melakukan hubungan yang harmonis dengan realitas yang lebih agung dari dirinya sendiri, yang memerintahkannya untuk mengadakan kebaktian, pengabdian, dan pelayanan setia.
Filsafa juga merupakan wahyu Tuhan (Allah), dimana ruang lingkup pengkajiannya adalah hal-hal yang berada di luar jangkauan pengalaman manusia. Keyakinan ini membawa manusia untuk mencari kedekatan diri kepada Tuhan dengan cara menghambakan diri , yaitu :
a. Menerima segala kepastian yang menimpa diri dan sekitarnya dan yakin berasal dari Tuhan (Allah)
b. Menaati segenap ketetapan, aturan, hukum dan lain sebagainya yang diyakini berasal dari Tuhan (Allah)
B. Hubungan Filsafat dengan Filsafat Ilmu Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan, Pengetahuan, Biologi dan Pendidikan Biologi, dan Agama
1. Persamaan
Persamaan antara filsafat dengan filsafat ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan, biologi dan pendidikan biologi, dan agama yaitu sama-sama mencari kebenaran walaupun cara mencari kebenarannya berbeda baik dari segi filsafat dengan filsafat ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan, biologi dan pendidikan biologi serta agama, namun keseluruhannya mengacu pada satu tujuan yang sama.
Rumusan Distingsi dan Silimirati Filsafat, Filsafat Ilmu Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan, Pengetahuan, Biologi dan Pendidikan Biologi, dan Agama
A. Pengertian Filsafat, Filsafat Ilmu Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan, Pengetahuan, Biologi dan Pendidikan Biologi, dan Agama.
1. Filsafat
Filsafat berasal dari bahasa yunani yaitu Philosophia, yang terdiri dari kata Philia/Phillein yang artinya Cinta, senang dan Sophia berarti Kebijaksanaan, Jadi philosophia dapat diartikan mencintai kebijaksanaan. Orang yang mencintai kebijaksanaan disebut Philosophos atau filsuf yang senantiasa mencari kebijaksanaan. Kebijaksanaan dapat dimiliki dengan cara berbuat bijaksana, bersifat benar, baik dan adil, dan perenungan akal pikiran dengan mempertimbangkan perasaan yang dalam.
Secara umum, filsafat berarti upaya manusia untuk memahami segala sesuatu secara sistematis, radikal, dan kritis. Berarti filsafat merupakan sebuah proses atau suatu aktivitas analisis konseptual dengan cara berpikir tentang pikiran lewat refleksi dan filsafat bukanlah sebuah produk. Maka proses yang dilakukan adalah berpikir kritis yaitu usaha secara aktif, sistematis, dan mengikuti prinsip-prinsip logika untuk mengerti dan mengevaluasi suatu informasi dengan tujuan menentukan apakah informasi itu diterima atau ditolak. Berfilsafat berarti melakukan suatu aktivitas penalaran (reasoning) dengan menghindari jawaban relegius dan misti, akan tetapi menggunakan semata-mata akal sehat serta penalaran rasional.
2. Filsafat Ilmu Pengetahuan
Filsafat ilmu pengetahuan adalah Sebuah upaya untuk memahami makna, metode, struktur logis dari ilmu pengetahuan, terutama dengan analisis kriteria, konsep-konsep dan teori-teori yang ada di dalam ilmu pengetahuan. Berarti filsafat ilmu pengetahuan merupakan Proses mencari tahu ilmu pengetahuan melalui berfilsafat. Dalam hal ini filsafat ilmu pengetahuan diperoleh dengan cara mencari tahu kebenaran yang di padu antara pemikiran logika dengan penyeledikan (eksperimen). Filsuf pengetahuan bersifat analitis dan refelektif bukan empiris dan eksperimental.
3. Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan adalah serangkaian pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan penyelidikan, pengalaman (empiris) dan percobaan (eksperimen) yang didukung oleh bukti nyata serta dapat dipertanggung jawabkan secara rasional. Berarti ilmu pengetahuan membatasi diri hanya kepada kejadian yang bersifat empiris. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan merupakan Pengetahuan yang telah dibuktikan dan telah dapat dipertanggungjawabkan kredibilitasnya dan Pengetahuan yang telah diafirmasi oleh bukti bukti nyata dan dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.
Kriteria ilmu pengetahuan yaitu :
Ø Dapat diuji secara intersubyektif
Ø Dapat dipercaya (pernyataan & teorinya)
Ø Tidak bersifat ambigu tetapi jelas dan tepat
Ø Koheren dan Sistematik
Ø Cakupan terbatas dan kompherensif (memiliki daya penjelas yang kuat dan penjelasannya lengkap)
4. Pengetahuan (Knowledge)
Pengetahuan dimulai dari rasa ingin tahu yang besar Pengetahuan adalah persepsi subyek (manusia) atas berbagai obyek (riil dan gaib) atau fakta tanpa penyelidikan lebih lanjut. Pengetahuan hanya terbatas pada apa yang diketahui saja dan pengetahuan perlu dipertanyakan kembali kebenarannya.
5. Biologi dan Pendidikan Bilogi
Biologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “bios” yang artinya hidup dan “logos” yang artinya ilmu. Jadi, biologi adalah ilmu yang mempelajari sesuatu yang hidup (makhluk hidup) beserta masalah-masalah yang menyangkut kehidupan. Seseorang yang ingin tahu tentang biologi danharuslah mempelajari ilmu biologi. Melalui pendidikan, seseorang bisa lebih terarah
pendidikan biologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bagaimana hubungan pendidikan dengan biologi, bagaimana cara mempelajari dan mengajarkan biologi dengan baik dan benar, baik pada instusi pendidikan formal maupun non formal.
6. Agama
Istilah agama, memiliki pengertian yang sama dengan istilah ‘’religion’’ dalam bahasa Iggris Bozman (Anshar, 1979) mengemukakan bahwa agama dalam arti luas merupakan penerimaan terhadap peraturan dari suatu kekuatan yang lebih tinggi, dengan jalan melakukan hubungan yang harmonis dengan realitas yang lebih agung dari dirinya sendiri, yang memerintahkannya untuk mengadakan kebaktian, pengabdian, dan pelayanan setia.
Filsafa juga merupakan wahyu Tuhan (Allah), dimana ruang lingkup pengkajiannya adalah hal-hal yang berada di luar jangkauan pengalaman manusia. Keyakinan ini membawa manusia untuk mencari kedekatan diri kepada Tuhan dengan cara menghambakan diri , yaitu :
a. Menerima segala kepastian yang menimpa diri dan sekitarnya dan yakin berasal dari Tuhan (Allah)
b. Menaati segenap ketetapan, aturan, hukum dan lain sebagainya yang diyakini berasal dari Tuhan (Allah)
B. Hubungan Filsafat dengan Filsafat Ilmu Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan, Pengetahuan, Biologi dan Pendidikan Biologi, dan Agama
1. Persamaan
Persamaan antara filsafat dengan filsafat ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan, biologi dan pendidikan biologi, dan agama yaitu sama-sama mencari kebenaran walaupun cara mencari kebenarannya berbeda baik dari segi filsafat dengan filsafat ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan, biologi dan pendidikan biologi serta agama, namun keseluruhannya mengacu pada satu tujuan yang sama.
Rumusan Distingsi dan Silimirati Filsafat, Filsafat Ilmu Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan, Pengetahuan, Biologi dan Pendidikan Biologi, dan Agama
A. Pengertian Filsafat, Filsafat Ilmu Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan, Pengetahuan, Biologi dan Pendidikan Biologi, dan Agama.
1. Filsafat
Filsafat berasal dari bahasa yunani yaitu Philosophia, yang terdiri dari kata Philia/Phillein yang artinya Cinta, senang dan Sophia berarti Kebijaksanaan, Jadi philosophia dapat diartikan mencintai kebijaksanaan. Orang yang mencintai kebijaksanaan disebut Philosophos atau filsuf yang senantiasa mencari kebijaksanaan. Kebijaksanaan dapat dimiliki dengan cara berbuat bijaksana, bersifat benar, baik dan adil, dan perenungan akal pikiran dengan mempertimbangkan perasaan yang dalam.
Secara umum, filsafat berarti upaya manusia untuk memahami segala sesuatu secara sistematis, radikal, dan kritis. Berarti filsafat merupakan sebuah proses atau suatu aktivitas analisis konseptual dengan cara berpikir tentang pikiran lewat refleksi dan filsafat bukanlah sebuah produk. Maka proses yang dilakukan adalah berpikir kritis yaitu usaha secara aktif, sistematis, dan mengikuti prinsip-prinsip logika untuk mengerti dan mengevaluasi suatu informasi dengan tujuan menentukan apakah informasi itu diterima atau ditolak. Berfilsafat berarti melakukan suatu aktivitas penalaran (reasoning) dengan menghindari jawaban relegius dan misti, akan tetapi menggunakan semata-mata akal sehat serta penalaran rasional.
2. Filsafat Ilmu Pengetahuan
Filsafat ilmu pengetahuan adalah Sebuah upaya untuk memahami makna, metode, struktur logis dari ilmu pengetahuan, terutama dengan analisis kriteria, konsep-konsep dan teori-teori yang ada di dalam ilmu pengetahuan. Berarti filsafat ilmu pengetahuan merupakan Proses mencari tahu ilmu pengetahuan melalui berfilsafat. Dalam hal ini filsafat ilmu pengetahuan diperoleh dengan cara mencari tahu kebenaran yang di padu antara pemikiran logika dengan penyeledikan (eksperimen). Filsuf pengetahuan bersifat analitis dan refelektif bukan empiris dan eksperimental.
3. Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan adalah serangkaian pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan penyelidikan, pengalaman (empiris) dan percobaan (eksperimen) yang didukung oleh bukti nyata serta dapat dipertanggung jawabkan secara rasional. Berarti ilmu pengetahuan membatasi diri hanya kepada kejadian yang bersifat empiris. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan merupakan Pengetahuan yang telah dibuktikan dan telah dapat dipertanggungjawabkan kredibilitasnya dan Pengetahuan yang telah diafirmasi oleh bukti bukti nyata dan dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.
Kriteria ilmu pengetahuan yaitu :
Ø Dapat diuji secara intersubyektif
Ø Dapat dipercaya (pernyataan & teorinya)
Ø Tidak bersifat ambigu tetapi jelas dan tepat
Ø Koheren dan Sistematik
Ø Cakupan terbatas dan kompherensif (memiliki daya penjelas yang kuat dan penjelasannya lengkap)
4. Pengetahuan (Knowledge)
Pengetahuan dimulai dari rasa ingin tahu yang besar Pengetahuan adalah persepsi subyek (manusia) atas berbagai obyek (riil dan gaib) atau fakta tanpa penyelidikan lebih lanjut. Pengetahuan hanya terbatas pada apa yang diketahui saja dan pengetahuan perlu dipertanyakan kembali kebenarannya.
5. Biologi dan Pendidikan Bilogi
Biologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “bios” yang artinya hidup dan “logos” yang artinya ilmu. Jadi, biologi adalah ilmu yang mempelajari sesuatu yang hidup (makhluk hidup) beserta masalah-masalah yang menyangkut kehidupan. Seseorang yang ingin tahu tentang biologi danharuslah mempelajari ilmu biologi. Melalui pendidikan, seseorang bisa lebih terarah
pendidikan biologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bagaimana hubungan pendidikan dengan biologi, bagaimana cara mempelajari dan mengajarkan biologi dengan baik dan benar, baik pada instusi pendidikan formal maupun non formal.
6. Agama
Istilah agama, memiliki pengertian yang sama dengan istilah ‘’religion’’ dalam bahasa Iggris Bozman (Anshar, 1979) mengemukakan bahwa agama dalam arti luas merupakan penerimaan terhadap peraturan dari suatu kekuatan yang lebih tinggi, dengan jalan melakukan hubungan yang harmonis dengan realitas yang lebih agung dari dirinya sendiri, yang memerintahkannya untuk mengadakan kebaktian, pengabdian, dan pelayanan setia.
Filsafa juga merupakan wahyu Tuhan (Allah), dimana ruang lingkup pengkajiannya adalah hal-hal yang berada di luar jangkauan pengalaman manusia. Keyakinan ini membawa manusia untuk mencari kedekatan diri kepada Tuhan dengan cara menghambakan diri , yaitu :
a. Menerima segala kepastian yang menimpa diri dan sekitarnya dan yakin berasal dari Tuhan (Allah)
b. Menaati segenap ketetapan, aturan, hukum dan lain sebagainya yang diyakini berasal dari Tuhan (Allah)
B. Hubungan Filsafat dengan Filsafat Ilmu Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan, Pengetahuan, Biologi dan Pendidikan Biologi, dan Agama
1. Persamaan
Persamaan antara filsafat dengan filsafat ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan, biologi dan pendidikan biologi, dan agama yaitu sama-sama mencari kebenaran walaupun cara mencari kebenarannya berbeda baik dari segi filsafat dengan filsafat ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan, biologi dan pendidikan biologi serta agama, namun keseluruhannya mengacu pada satu tujuan yang sama.
A. Pengertian Filsafat, Filsafat Ilmu Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan, Pengetahuan, Biologi dan Pendidikan Biologi, dan Agama.
1. Filsafat
Filsafat berasal dari bahasa yunani yaitu Philosophia, yang terdiri dari kata Philia/Phillein yang artinya Cinta, senang dan Sophia berarti Kebijaksanaan, Jadi philosophia dapat diartikan mencintai kebijaksanaan. Orang yang mencintai kebijaksanaan disebut Philosophos atau filsuf yang senantiasa mencari kebijaksanaan. Kebijaksanaan dapat dimiliki dengan cara berbuat bijaksana, bersifat benar, baik dan adil, dan perenungan akal pikiran dengan mempertimbangkan perasaan yang dalam.
Secara umum, filsafat berarti upaya manusia untuk memahami segala sesuatu secara sistematis, radikal, dan kritis. Berarti filsafat merupakan sebuah proses atau suatu aktivitas analisis konseptual dengan cara berpikir tentang pikiran lewat refleksi dan filsafat bukanlah sebuah produk. Maka proses yang dilakukan adalah berpikir kritis yaitu usaha secara aktif, sistematis, dan mengikuti prinsip-prinsip logika untuk mengerti dan mengevaluasi suatu informasi dengan tujuan menentukan apakah informasi itu diterima atau ditolak. Berfilsafat berarti melakukan suatu aktivitas penalaran (reasoning) dengan menghindari jawaban relegius dan misti, akan tetapi menggunakan semata-mata akal sehat serta penalaran rasional.
2. Filsafat Ilmu Pengetahuan
Filsafat ilmu pengetahuan adalah Sebuah upaya untuk memahami makna, metode, struktur logis dari ilmu pengetahuan, terutama dengan analisis kriteria, konsep-konsep dan teori-teori yang ada di dalam ilmu pengetahuan. Berarti filsafat ilmu pengetahuan merupakan Proses mencari tahu ilmu pengetahuan melalui berfilsafat. Dalam hal ini filsafat ilmu pengetahuan diperoleh dengan cara mencari tahu kebenaran yang di padu antara pemikiran logika dengan penyeledikan (eksperimen). Filsuf pengetahuan bersifat analitis dan refelektif bukan empiris dan eksperimental.
3. Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan adalah serangkaian pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan penyelidikan, pengalaman (empiris) dan percobaan (eksperimen) yang didukung oleh bukti nyata serta dapat dipertanggung jawabkan secara rasional. Berarti ilmu pengetahuan membatasi diri hanya kepada kejadian yang bersifat empiris. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan merupakan Pengetahuan yang telah dibuktikan dan telah dapat dipertanggungjawabkan kredibilitasnya dan Pengetahuan yang telah diafirmasi oleh bukti bukti nyata dan dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.
Kriteria ilmu pengetahuan yaitu :
Ø Dapat diuji secara intersubyektif
Ø Dapat dipercaya (pernyataan & teorinya)
Ø Tidak bersifat ambigu tetapi jelas dan tepat
Ø Koheren dan Sistematik
Ø Cakupan terbatas dan kompherensif (memiliki daya penjelas yang kuat dan penjelasannya lengkap)
4. Pengetahuan (Knowledge)
Pengetahuan dimulai dari rasa ingin tahu yang besar Pengetahuan adalah persepsi subyek (manusia) atas berbagai obyek (riil dan gaib) atau fakta tanpa penyelidikan lebih lanjut. Pengetahuan hanya terbatas pada apa yang diketahui saja dan pengetahuan perlu dipertanyakan kembali kebenarannya.
5. Biologi dan Pendidikan Bilogi
Biologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “bios” yang artinya hidup dan “logos” yang artinya ilmu. Jadi, biologi adalah ilmu yang mempelajari sesuatu yang hidup (makhluk hidup) beserta masalah-masalah yang menyangkut kehidupan. Seseorang yang ingin tahu tentang biologi danharuslah mempelajari ilmu biologi. Melalui pendidikan, seseorang bisa lebih terarah
pendidikan biologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bagaimana hubungan pendidikan dengan biologi, bagaimana cara mempelajari dan mengajarkan biologi dengan baik dan benar, baik pada instusi pendidikan formal maupun non formal.
6. Agama
Istilah agama, memiliki pengertian yang sama dengan istilah ‘’religion’’ dalam bahasa Iggris Bozman (Anshar, 1979) mengemukakan bahwa agama dalam arti luas merupakan penerimaan terhadap peraturan dari suatu kekuatan yang lebih tinggi, dengan jalan melakukan hubungan yang harmonis dengan realitas yang lebih agung dari dirinya sendiri, yang memerintahkannya untuk mengadakan kebaktian, pengabdian, dan pelayanan setia.
Filsafa juga merupakan wahyu Tuhan (Allah), dimana ruang lingkup pengkajiannya adalah hal-hal yang berada di luar jangkauan pengalaman manusia. Keyakinan ini membawa manusia untuk mencari kedekatan diri kepada Tuhan dengan cara menghambakan diri , yaitu :
a. Menerima segala kepastian yang menimpa diri dan sekitarnya dan yakin berasal dari Tuhan (Allah)
b. Menaati segenap ketetapan, aturan, hukum dan lain sebagainya yang diyakini berasal dari Tuhan (Allah)
B. Hubungan Filsafat dengan Filsafat Ilmu Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan, Pengetahuan, Biologi dan Pendidikan Biologi, dan Agama
1. Persamaan
Persamaan antara filsafat dengan filsafat ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan, biologi dan pendidikan biologi, dan agama yaitu sama-sama mencari kebenaran walaupun cara mencari kebenarannya berbeda baik dari segi filsafat dengan filsafat ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan, biologi dan pendidikan biologi serta agama, namun keseluruhannya mengacu pada satu tujuan yang sama.
Rumusan Distingsi dan Silimirati Filsafat, Filsafat Ilmu Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan, Pengetahuan, Biologi dan Pendidikan Biologi, dan Agama
A. Pengertian Filsafat, Filsafat Ilmu Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan, Pengetahuan, Biologi dan Pendidikan Biologi, dan Agama.
1. Filsafat
Filsafat berasal dari bahasa yunani yaitu Philosophia, yang terdiri dari kata Philia/Phillein yang artinya Cinta, senang dan Sophia berarti Kebijaksanaan, Jadi philosophia dapat diartikan mencintai kebijaksanaan. Orang yang mencintai kebijaksanaan disebut Philosophos atau filsuf yang senantiasa mencari kebijaksanaan. Kebijaksanaan dapat dimiliki dengan cara berbuat bijaksana, bersifat benar, baik dan adil, dan perenungan akal pikiran dengan mempertimbangkan perasaan yang dalam.
Secara umum, filsafat berarti upaya manusia untuk memahami segala sesuatu secara sistematis, radikal, dan kritis. Berarti filsafat merupakan sebuah proses atau suatu aktivitas analisis konseptual dengan cara berpikir tentang pikiran lewat refleksi dan filsafat bukanlah sebuah produk. Maka proses yang dilakukan adalah berpikir kritis yaitu usaha secara aktif, sistematis, dan mengikuti prinsip-prinsip logika untuk mengerti dan mengevaluasi suatu informasi dengan tujuan menentukan apakah informasi itu diterima atau ditolak. Berfilsafat berarti melakukan suatu aktivitas penalaran (reasoning) dengan menghindari jawaban relegius dan misti, akan tetapi menggunakan semata-mata akal sehat serta penalaran rasional.
2. Filsafat Ilmu Pengetahuan
Filsafat ilmu pengetahuan adalah Sebuah upaya untuk memahami makna, metode, struktur logis dari ilmu pengetahuan, terutama dengan analisis kriteria, konsep-konsep dan teori-teori yang ada di dalam ilmu pengetahuan. Berarti filsafat ilmu pengetahuan merupakan Proses mencari tahu ilmu pengetahuan melalui berfilsafat. Dalam hal ini filsafat ilmu pengetahuan diperoleh dengan cara mencari tahu kebenaran yang di padu antara pemikiran logika dengan penyeledikan (eksperimen). Filsuf pengetahuan bersifat analitis dan refelektif bukan empiris dan eksperimental.
3. Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan adalah serangkaian pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan penyelidikan, pengalaman (empiris) dan percobaan (eksperimen) yang didukung oleh bukti nyata serta dapat dipertanggung jawabkan secara rasional. Berarti ilmu pengetahuan membatasi diri hanya kepada kejadian yang bersifat empiris. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan merupakan Pengetahuan yang telah dibuktikan dan telah dapat dipertanggungjawabkan kredibilitasnya dan Pengetahuan yang telah diafirmasi oleh bukti bukti nyata dan dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.
Kriteria ilmu pengetahuan yaitu :
Ø Dapat diuji secara intersubyektif
Ø Dapat dipercaya (pernyataan & teorinya)
Ø Tidak bersifat ambigu tetapi jelas dan tepat
Ø Koheren dan Sistematik
Ø Cakupan terbatas dan kompherensif (memiliki daya penjelas yang kuat dan penjelasannya lengkap)
4. Pengetahuan (Knowledge)
Pengetahuan dimulai dari rasa ingin tahu yang besar Pengetahuan adalah persepsi subyek (manusia) atas berbagai obyek (riil dan gaib) atau fakta tanpa penyelidikan lebih lanjut. Pengetahuan hanya terbatas pada apa yang diketahui saja dan pengetahuan perlu dipertanyakan kembali kebenarannya.
5. Biologi dan Pendidikan Bilogi
Biologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “bios” yang artinya hidup dan “logos” yang artinya ilmu. Jadi, biologi adalah ilmu yang mempelajari sesuatu yang hidup (makhluk hidup) beserta masalah-masalah yang menyangkut kehidupan. Seseorang yang ingin tahu tentang biologi danharuslah mempelajari ilmu biologi. Melalui pendidikan, seseorang bisa lebih terarah
pendidikan biologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bagaimana hubungan pendidikan dengan biologi, bagaimana cara mempelajari dan mengajarkan biologi dengan baik dan benar, baik pada instusi pendidikan formal maupun non formal.
6. Agama
Istilah agama, memiliki pengertian yang sama dengan istilah ‘’religion’’ dalam bahasa Iggris Bozman (Anshar, 1979) mengemukakan bahwa agama dalam arti luas merupakan penerimaan terhadap peraturan dari suatu kekuatan yang lebih tinggi, dengan jalan melakukan hubungan yang harmonis dengan realitas yang lebih agung dari dirinya sendiri, yang memerintahkannya untuk mengadakan kebaktian, pengabdian, dan pelayanan setia.
Filsafa juga merupakan wahyu Tuhan (Allah), dimana ruang lingkup pengkajiannya adalah hal-hal yang berada di luar jangkauan pengalaman manusia. Keyakinan ini membawa manusia untuk mencari kedekatan diri kepada Tuhan dengan cara menghambakan diri , yaitu :
a. Menerima segala kepastian yang menimpa diri dan sekitarnya dan yakin berasal dari Tuhan (Allah)
b. Menaati segenap ketetapan, aturan, hukum dan lain sebagainya yang diyakini berasal dari Tuhan (Allah)
B. Hubungan Filsafat dengan Filsafat Ilmu Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan, Pengetahuan, Biologi dan Pendidikan Biologi, dan Agama
1. Persamaan
Persamaan antara filsafat dengan filsafat ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan, biologi dan pendidikan biologi, dan agama yaitu sama-sama mencari kebenaran walaupun cara mencari kebenarannya berbeda baik dari segi filsafat dengan filsafat ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan, biologi dan pendidikan biologi serta agama, namun keseluruhannya mengacu pada satu tujuan yang sama.
Rumusan Distingsi dan Silimirati Filsafat, Filsafat Ilmu Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan, Pengetahuan, Biologi dan Pendidikan Biologi, dan Agama
A. Pengertian Filsafat, Filsafat Ilmu Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan, Pengetahuan, Biologi dan Pendidikan Biologi, dan Agama.
1. Filsafat
Filsafat berasal dari bahasa yunani yaitu Philosophia, yang terdiri dari kata Philia/Phillein yang artinya Cinta, senang dan Sophia berarti Kebijaksanaan, Jadi philosophia dapat diartikan mencintai kebijaksanaan. Orang yang mencintai kebijaksanaan disebut Philosophos atau filsuf yang senantiasa mencari kebijaksanaan. Kebijaksanaan dapat dimiliki dengan cara berbuat bijaksana, bersifat benar, baik dan adil, dan perenungan akal pikiran dengan mempertimbangkan perasaan yang dalam.
Secara umum, filsafat berarti upaya manusia untuk memahami segala sesuatu secara sistematis, radikal, dan kritis. Berarti filsafat merupakan sebuah proses atau suatu aktivitas analisis konseptual dengan cara berpikir tentang pikiran lewat refleksi dan filsafat bukanlah sebuah produk. Maka proses yang dilakukan adalah berpikir kritis yaitu usaha secara aktif, sistematis, dan mengikuti prinsip-prinsip logika untuk mengerti dan mengevaluasi suatu informasi dengan tujuan menentukan apakah informasi itu diterima atau ditolak. Berfilsafat berarti melakukan suatu aktivitas penalaran (reasoning) dengan menghindari jawaban relegius dan misti, akan tetapi menggunakan semata-mata akal sehat serta penalaran rasional.
2. Filsafat Ilmu Pengetahuan
Filsafat ilmu pengetahuan adalah Sebuah upaya untuk memahami makna, metode, struktur logis dari ilmu pengetahuan, terutama dengan analisis kriteria, konsep-konsep dan teori-teori yang ada di dalam ilmu pengetahuan. Berarti filsafat ilmu pengetahuan merupakan Proses mencari tahu ilmu pengetahuan melalui berfilsafat. Dalam hal ini filsafat ilmu pengetahuan diperoleh dengan cara mencari tahu kebenaran yang di padu antara pemikiran logika dengan penyeledikan (eksperimen). Filsuf pengetahuan bersifat analitis dan refelektif bukan empiris dan eksperimental.
3. Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan adalah serangkaian pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan penyelidikan, pengalaman (empiris) dan percobaan (eksperimen) yang didukung oleh bukti nyata serta dapat dipertanggung jawabkan secara rasional. Berarti ilmu pengetahuan membatasi diri hanya kepada kejadian yang bersifat empiris. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan merupakan Pengetahuan yang telah dibuktikan dan telah dapat dipertanggungjawabkan kredibilitasnya dan Pengetahuan yang telah diafirmasi oleh bukti bukti nyata dan dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.
Kriteria ilmu pengetahuan yaitu :
Ø Dapat diuji secara intersubyektif
Ø Dapat dipercaya (pernyataan & teorinya)
Ø Tidak bersifat ambigu tetapi jelas dan tepat
Ø Koheren dan Sistematik
Ø Cakupan terbatas dan kompherensif (memiliki daya penjelas yang kuat dan penjelasannya lengkap)
4. Pengetahuan (Knowledge)
Pengetahuan dimulai dari rasa ingin tahu yang besar Pengetahuan adalah persepsi subyek (manusia) atas berbagai obyek (riil dan gaib) atau fakta tanpa penyelidikan lebih lanjut. Pengetahuan hanya terbatas pada apa yang diketahui saja dan pengetahuan perlu dipertanyakan kembali kebenarannya.
5. Biologi dan Pendidikan Bilogi
Biologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “bios” yang artinya hidup dan “logos” yang artinya ilmu. Jadi, biologi adalah ilmu yang mempelajari sesuatu yang hidup (makhluk hidup) beserta masalah-masalah yang menyangkut kehidupan. Seseorang yang ingin tahu tentang biologi danharuslah mempelajari ilmu biologi. Melalui pendidikan, seseorang bisa lebih terarah
pendidikan biologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bagaimana hubungan pendidikan dengan biologi, bagaimana cara mempelajari dan mengajarkan biologi dengan baik dan benar, baik pada instusi pendidikan formal maupun non formal.
6. Agama
Istilah agama, memiliki pengertian yang sama dengan istilah ‘’religion’’ dalam bahasa Iggris Bozman (Anshar, 1979) mengemukakan bahwa agama dalam arti luas merupakan penerimaan terhadap peraturan dari suatu kekuatan yang lebih tinggi, dengan jalan melakukan hubungan yang harmonis dengan realitas yang lebih agung dari dirinya sendiri, yang memerintahkannya untuk mengadakan kebaktian, pengabdian, dan pelayanan setia.
Filsafa juga merupakan wahyu Tuhan (Allah), dimana ruang lingkup pengkajiannya adalah hal-hal yang berada di luar jangkauan pengalaman manusia. Keyakinan ini membawa manusia untuk mencari kedekatan diri kepada Tuhan dengan cara menghambakan diri , yaitu :
a. Menerima segala kepastian yang menimpa diri dan sekitarnya dan yakin berasal dari Tuhan (Allah)
b. Menaati segenap ketetapan, aturan, hukum dan lain sebagainya yang diyakini berasal dari Tuhan (Allah)
B. Hubungan Filsafat dengan Filsafat Ilmu Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan, Pengetahuan, Biologi dan Pendidikan Biologi, dan Agama
1. Persamaan
Persamaan antara filsafat dengan filsafat ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan, biologi dan pendidikan biologi, dan agama yaitu sama-sama mencari kebenaran walaupun cara mencari kebenarannya berbeda baik dari segi filsafat dengan filsafat ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan, biologi dan pendidikan biologi serta agama, namun keseluruhannya mengacu pada satu tujuan yang sama.
Rumusan Distingsi dan Silimirati Filsafat, Filsafat Ilmu Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan, Pengetahuan, Biologi dan Pendidikan Biologi, dan Agama
A. Pengertian Filsafat, Filsafat Ilmu Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan, Pengetahuan, Biologi dan Pendidikan Biologi, dan Agama.
1. Filsafat
Filsafat berasal dari bahasa yunani yaitu Philosophia, yang terdiri dari kata Philia/Phillein yang artinya Cinta, senang dan Sophia berarti Kebijaksanaan, Jadi philosophia dapat diartikan mencintai kebijaksanaan. Orang yang mencintai kebijaksanaan disebut Philosophos atau filsuf yang senantiasa mencari kebijaksanaan. Kebijaksanaan dapat dimiliki dengan cara berbuat bijaksana, bersifat benar, baik dan adil, dan perenungan akal pikiran dengan mempertimbangkan perasaan yang dalam.
Secara umum, filsafat berarti upaya manusia untuk memahami segala sesuatu secara sistematis, radikal, dan kritis. Berarti filsafat merupakan sebuah proses atau suatu aktivitas analisis konseptual dengan cara berpikir tentang pikiran lewat refleksi dan filsafat bukanlah sebuah produk. Maka proses yang dilakukan adalah berpikir kritis yaitu usaha secara aktif, sistematis, dan mengikuti prinsip-prinsip logika untuk mengerti dan mengevaluasi suatu informasi dengan tujuan menentukan apakah informasi itu diterima atau ditolak. Berfilsafat berarti melakukan suatu aktivitas penalaran (reasoning) dengan menghindari jawaban relegius dan misti, akan tetapi menggunakan semata-mata akal sehat serta penalaran rasional.
2. Filsafat Ilmu Pengetahuan
Filsafat ilmu pengetahuan adalah Sebuah upaya untuk memahami makna, metode, struktur logis dari ilmu pengetahuan, terutama dengan analisis kriteria, konsep-konsep dan teori-teori yang ada di dalam ilmu pengetahuan. Berarti filsafat ilmu pengetahuan merupakan Proses mencari tahu ilmu pengetahuan melalui berfilsafat. Dalam hal ini filsafat ilmu pengetahuan diperoleh dengan cara mencari tahu kebenaran yang di padu antara pemikiran logika dengan penyeledikan (eksperimen). Filsuf pengetahuan bersifat analitis dan refelektif bukan empiris dan eksperimental.
3. Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan adalah serangkaian pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan penyelidikan, pengalaman (empiris) dan percobaan (eksperimen) yang didukung oleh bukti nyata serta dapat dipertanggung jawabkan secara rasional. Berarti ilmu pengetahuan membatasi diri hanya kepada kejadian yang bersifat empiris. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan merupakan Pengetahuan yang telah dibuktikan dan telah dapat dipertanggungjawabkan kredibilitasnya dan Pengetahuan yang telah diafirmasi oleh bukti bukti nyata dan dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.
Kriteria ilmu pengetahuan yaitu :
Ø Dapat diuji secara intersubyektif
Ø Dapat dipercaya (pernyataan & teorinya)
Ø Tidak bersifat ambigu tetapi jelas dan tepat
Ø Koheren dan Sistematik
Ø Cakupan terbatas dan kompherensif (memiliki daya penjelas yang kuat dan penjelasannya lengkap)
4. Pengetahuan (Knowledge)
Pengetahuan dimulai dari rasa ingin tahu yang besar Pengetahuan adalah persepsi subyek (manusia) atas berbagai obyek (riil dan gaib) atau fakta tanpa penyelidikan lebih lanjut. Pengetahuan hanya terbatas pada apa yang diketahui saja dan pengetahuan perlu dipertanyakan kembali kebenarannya.
5. Biologi dan Pendidikan Bilogi
Biologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “bios” yang artinya hidup dan “logos” yang artinya ilmu. Jadi, biologi adalah ilmu yang mempelajari sesuatu yang hidup (makhluk hidup) beserta masalah-masalah yang menyangkut kehidupan. Seseorang yang ingin tahu tentang biologi danharuslah mempelajari ilmu biologi. Melalui pendidikan, seseorang bisa lebih terarah
pendidikan biologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bagaimana hubungan pendidikan dengan biologi, bagaimana cara mempelajari dan mengajarkan biologi dengan baik dan benar, baik pada instusi pendidikan formal maupun non formal.
6. Agama
Istilah agama, memiliki pengertian yang sama dengan istilah ‘’religion’’ dalam bahasa Iggris Bozman (Anshar, 1979) mengemukakan bahwa agama dalam arti luas merupakan penerimaan terhadap peraturan dari suatu kekuatan yang lebih tinggi, dengan jalan melakukan hubungan yang harmonis dengan realitas yang lebih agung dari dirinya sendiri, yang memerintahkannya untuk mengadakan kebaktian, pengabdian, dan pelayanan setia.
Filsafa juga merupakan wahyu Tuhan (Allah), dimana ruang lingkup pengkajiannya adalah hal-hal yang berada di luar jangkauan pengalaman manusia. Keyakinan ini membawa manusia untuk mencari kedekatan diri kepada Tuhan dengan cara menghambakan diri , yaitu :
a. Menerima segala kepastian yang menimpa diri dan sekitarnya dan yakin berasal dari Tuhan (Allah)
b. Menaati segenap ketetapan, aturan, hukum dan lain sebagainya yang diyakini berasal dari Tuhan (Allah)
B. Hubungan Filsafat dengan Filsafat Ilmu Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan, Pengetahuan, Biologi dan Pendidikan Biologi, dan Agama
1. Persamaan
Persamaan antara filsafat dengan filsafat ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan, biologi dan pendidikan biologi, dan agama yaitu sama-sama mencari kebenaran walaupun cara mencari kebenarannya berbeda baik dari segi filsafat dengan filsafat ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan, biologi dan pendidikan biologi serta agama, namun keseluruhannya mengacu pada satu tujuan yang sama.
Langganan:
Postingan (Atom)